Pemuridan 11. FAKTA PRIBADI ROH KUDUS

KATA PENGANTAR

            Shallom !

Anda yang dikasihi Tuhan.

Puji syukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa kasih setiaNya terus melimpah atas kehidupan pelayanan kita, dan atas anugerahNya pula dihadapan kita saat ini boleh hadir sebuah buku berjudul :

YESUS DAHSYAT !

Seperti kita ketahui, mula-mula sebagian materi dalam buku ini diajarkan terpisah-pisah dan tersebar dalam PDP (Persekutuan Doa Penyembahan) Yayasan Millenium Damai (YAMIDA)   yang ada. Setelah mendapat banyak masukan dari berbagai pihak dan melihat pentingnya pengajaran-pengajaran ini, maka materi yang tersebar  tersebut  dikumpulkan dan disusun kembali  dengan beberapa tambahan. Karena pengajaran pada buku ini sangat spesifik dan membutuhkan penjelasan serta pembahasan yang lebih mendalam lagi, maka kami menjadikan sebagai salah satu materi pengajaran pada : PEMURIDAN (Pelatihan Pelayanan) Milenium Damai.

Melihat  hal  tersebut  diatas, sangat dianjurkan bagi peserta Pemuridan (Pelatihan Pelayanan) untuk aktif mengikuti setiap pertemuan yang diselenggarakan. Karena  peserta  sendiri  akan banyak mendapatkan pengajaran dan kesaksian – kesaksian lain yang tidak terdapat didalam buku ini.

Materi Dasar III : YESUS DAHSYAT !  ini, dikhususkan bagi peserta yang sudah menyelesaikan Materi Dasar II : YESUS KUASA !

Setelah peserta Pemuridan (Pelatihan Pelayanan) menyelesaikan Materi Dasar III : YESUS DAHSYAT ! dapat melanjutkan ke Materi Dasar IV : YESUS MULIA yang merupakan Materi Khusus, sebagai tambahan materi-materi yang sudah ada.  Materi pengajaran ini penting untuk diikuti anak-anak Tuhan yang bekerja langsung di ladang-Nya.

Mari  kita  maju terus !  Kita  tanggapi  setiap  karya  yang  Tuhan  berikan pada kita dengan penuh kasih dan roh yang menyala-nyala untuk terus melayani Dia..

Persiapkan jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.(Matius 3:3)

Tuhan memberkati !

 

Ari Suksmono Hertanto

— o0o —-

 

DAFTAR ISI

PELAJARAN  I :  SEKILAS TENTANG ROH KUDUS

PELAJARAN  II :  BAPTISAN ROH KUDUS

PELAJARAN  III :  KARUNIA-KARUNIA ROH

PELAJARAN  IV :  PENGAJARAN SEKITAR PELAYANAN PELEPASAN

PELAJARAN V : PELAYANAN PELEPASAN DARI KUASA GELAP

PELAJARAN VI : PELAYANAN DOA KESEMBUHAN SECARA PRIBADI

PELAJARAN VII : PELAYANAN PEPERANGAN TERITORIAL (SEBUAH PEPERANGAN ROHANI)

PELAJARAN VIII : PELAYANAN PEMBEBASAN ATAS TANAH DAN BANGUNAN YANG DIKUASAI IBLIS / SETAN

PELAJARAN IX : PELAYANAN MENHANCURKAN KUASA IBLIS/SETAN ATAS JIMAT-JIMAT/BERHALA

— o0o —

Pelajaran I :

SEKILAS TENTANG ROH KUDUS

Pdt. Ari Suksmono Hertanto “Millenium Damai Ministry”

 

PRIBADI ROH KUDUS

  • Dia adalah oknum Ilahi seperti Bapa dan Anak (satu Roh tiga oknum).
  • Kita memahami bahwa tanpa Roh Kudus tidak ada penciptaan alam semesta dan umat manusia (Kej 1:2; Ayb 33:4).
  • Tanpa Roh Kudus tidak ada Alkitab (2Ptr 1:21), tidak ada PB (Yoh 14:26; 15:26-27; 1Kor 2:10-14).
  • Tanpa Roh Kudus tidak ada kuasa untuk memberitakan Injil (Kis 1:8).
  • Tanpa Roh Kudus tidak ada iman, kelahiran baru, kesucian, dan bahkan orang kristen.

Roh Kudus tidak boleh diartikan  hanya sebagai suatu pengaruh atau kuasa saja.

Tetapi Roh Kudus adalah oknum yang mempunyai kepribadianNya sendiri (2Kor 3:17-18; Ibr 9:14; 1Ptr 1:2).

Dia memiliki ciri-ciri pribadi :

  • Dia berpikir (Rm 8:27) ———- jadi suatu pribadi yg nyata
  • Merasa (Rm 15:30) ————— bukti suatu pribadi
  • Berkehendak (1Kor 12:11) —— hanya dimiliki suatu pribadi
  • Serta berkemampuan untuk mengasihi dan menikmati persekutuan. Dia diutus oleh Bapa untuk membawa orang percaya ke dalam hadirat dan persekutuan Yesus yang intim (Yoh 14:16-18,26)

DIA ADALAH PRIBADI TERSENDIRI SEPERTI BAPA DAN ANAK. DIA MERUPAKAN PRIBADI YANG NYATA.

Kita harus menghadapi Dia sebagai oknum dan menganggapNya sebagai Allah yang hidup dan tak terbatas yang tinggal didalam diri kita, layak untuk disembah, dikasihi dan menerima penyerahan kita. Dialah Roh penolong, Roh penghibur, Dia membimbing kita untuk hidup benar dihadapan Allah

Dia Roh yang lemah lembut, Roh yang penuh kasih, Roh yang penuh pengertian.

Oleh sebab  itu jangan sekali-kali mendukakan Roh Kudus (Ef 4:30)

Banyak orang Kristen tidak menyadari hal ini dan sering mendukakan Dia.

Alkitab mencatat perananNya didalam kehidupan orang percaya :

  • Roh Kudus datang untuk tinggal bersama kita selama – lamanya (Yoh 14:16)
  • Mengingatkan kita akan ucapan Tuhan Yesus Kristus kepada kita dalam Firman (Yoh 14:26)
  • Bersaksi tentang Tuhan Yesus Kristus (Yoh 15:26)
  • Roh Kudus adalah pelaksana keselamatan, menginsyafkan orang akan dosa (Yoh 16:7-8)
  • Menuntun kita kedalam seluruh kebenaran (Yoh 16:13)
  • Menunjukkan kepada kita tentang hal-hal yang akan datang (Yoh 16:13)
  • Mempermuliakan Yesus dalam segala sesuatu dan menunjukkan kemuliaan itu kepada orang beriman (Yoh 16:14)
  • Roh Kudus adalah pelaksana pengudusan. Pada saat pertobatan orang percaya didiami Roh Kudus dan dipengaruhi kuasa penyucianNya (Rm 8:9; 1Kor 6:19). Roh Kudus didalam kita bertindak untuk membersihkan, menuntun dan mendorong kita untuk hidup kudus, membebaskan kita dari belenggu dosa (Rm 8:2-4; Gal 5:16-17; 2Tes 2:13)
  • Roh Kudus bersaksi kepada kita bahwa kita adalah anak-anak Allah (Rm 8:16)
  • Menolong dalam penyembahan kita kepada Allah (Kis 10:46) dan di dalam kehidupan doa kita. Dialah yang mengadakan syafaat bagi kita ketika kita berseru kepada Allah (Rm 8:26-27)
  • Dialah guru yang memimpin kita kepada seluruh kebenaran (Yoh 16:13; 14:26; 1Kor 2:9-16), menyatakan Yesus kepada kita dan menuntun ke dalam persekutuan dan persatuan yang erat dengan Yesus (Yoh 14:16-18; 16:14)
  • Dia menghasilkan sifat-sifat yang mirip sifat Kristus di dalam diri kita yang memuliakan  Kristus (Gal 5:22,23; 1Pet 1:2)
  • Dia mencurahkan kasih Allah kepada kita (Rm 5:5) serta memberikan sukacita, hiburan dan pertolongan (Yoh 14:16; 1Tes 1:6)
  • Roh Kudus menyanggupkan kita untuk memberitakan Firman Allah (Kis 1:8; 4:31) dan mengadakan mujijat (Kis 2:43; 3:2-8; 5:15; 6:8; 10:38)
  • Allah bermaksud agar semua orang percaya mengalami baptisan di dalam Roh Kudus sepanjang jaman ini (Kis 2:39)
  • Roh Kudus memberikan karunia-karunia rohani kepada setiap anggota jemaat untuk membangun dan menguatkan gereja (1Kor 12-14). Karunia-karunia ini merupakan perwujudan dari Roh melalui individu yang dengannya kehadiran, kasih, dan kebenaran Kristus dinyatakan kepada persekutuan orang percaya untuk kepentingan bersama (1Kor :12:7-11)
  • Menetapkan pekerja-pekerjaNya (Kis 20:28); mengurapi para pengkhotbahNya (Kis 2:4; 1Kor 2:4); menjaga Injil (2Tim 1:14)
  • Dan lain-lain.

NAMA DAN LAMBANG :

  • ROH KUDUS (l Tes 4:7,8). Diantara tiga Tritunggal Allah, Roh Kudus terutama mempunyai jabatan kesucian dan kekudusan, seperti yang ditandai oleh namaNya. Ia menolong orang-orang percaya untuk dibawa kedalam kehidupan yang suci dan kudus.
  • ROH ALLAH (Kej 1:2; l Kor 2:11; Ef 4:30). Wajar apabila Roh Kudus disebut Roh Allah karena Roh itu diutus oleh Allah (Yoh 15:26). Pelajari juga: Yoh 6:44; Mat 11:25; Rm 8:14
  • ROH KRISTUS (Rm 8:9). Juga karena Yesus mencurahkan kepada orang percaya Roh yang diterimaNya dari Bapa (Kis 2:33). Pelajari juga Yoh 14:16-20; Yoh 15:26
  • PENGHIBUR (Yoh 15:26). Perhatikan Yoh 14:16
  • AIR (Yoh 7:37,38). Kita dilahirkan kembali oleh Roh Kudus (Yoh 3:5) dan dengan terus menerus minum Roh Kudus (1Kor 12-13) kita dapat memelihara kehidupan rohani kita. Melalui Dia kita jadi bersemangat menikmati hidup memuaskan yang di dalamnya kitatak pernah merasa haus (Yoh 4:13,14). Pelajari : Tit 3:5
  • API (Mat 3:11). Perhatikan Kis 2:2,3. Saat Roh Kudus tinggal dalam diri kita, Ia membakar habis dosa dalam diri kita (Ibr 12:29; Yer 23:29)
  • ANGIN (Yoh 3:8). Kata Yunani untuk angin dan roh itu sama – pneuma. Karena itu secara harfiah diterjemahkan : Roh Kudus ialah “Angin Suci”.
  • MINYAK (1Sam 16:13; 1Yoh 2:27 dan lain-lain). Sepanjang Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru Roh Kudus dilambangkan dengan minyak.
  • HUJAN (Mzm 72:6; Hos 6:3)
  • MERPATI (Yoh 1:32)
  • ANGGUR (Kis 2:12,13). Alkitab mempertentangkan atau dalam beberapa hal membandingkan, kepenuhan Roh Kudus dengan kemabukan. Mereka yang telah mengalami kepenuhan Roh Kudus akan memahami hal ini. (lihat juga Ef 5:18). Anggur Roh Kudus tidaklah membius; Roh menghasilkan sukacita, kedamaian dan sejahtera yang sempurna bagi yang telah dilawatNya.
  • METERAI (Ef 1:13). Orang beriman yang dimeteraikan oleh Roh Kudus haruslah menguduskan pikiran agar dapat mengalahkan dosa dan iblis. Karena orang beriman sesungguhnya telah menjadi milik Kristus.
  • JAMINAN (2Kor 1:21,22)

Kesaksian :

  • Ketika diadakan PDP dalam kelompok Yehezkiel. Roh Kudus dalam penyembahan diberi tempat yang sama istimewa seperti Bapa dan Tuhan Yesus Kristus, yang terjadi adalah saya melihat anggur perjamuan berubah menjadi darah Kristus. Selama PDP berlangsung terjadi pengurapan yang luar biasa yang dapat dirasakan oleh semua orang yang ada di tempat itu. Saya pribadi merasakan ada seperti aliran listrik yang terus menerus mengalir disekujur tubuh. Terkadang melembut, terkadang menguat. Terutama saat memuji dan memanggil namaNya. Aliran ini baru berhenti setelah dua-tiga hari kemudian. Jadi selama dua-tiga hari itu dalam posisi tidur, mandi, makan, dan kehidupan sehari-hari, aliran itu tetap saya rasakan terus menerus. Roh Kudus adalah suatu pribadi yang nyata. Sama nyatanya seperti Bapa dan Yesus Kristus Tuhan kita. Tiga oknum satu Roh. Halleluya !
  • Persekutuan saya secara pribadi dikamar doa dengan Roh Kudus : Tertawa   bersama Dia, menangis sukacita bersama Dia,  berbagi  bersama Dia, saya merencanakan masa depan bersama Dia dll.
  • Namun saya juga pernah ‘merasa seperti ditinggalkan’ Roh Kudus, yaitu supaya kematian anak saya yang bernama Rara (3,2 tahun) boleh terjadi atas kehendak Bapa. “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”. Bapa memberitahukan maksud-maksudnya kepada saya dan isteri dua hari kemudian. Padahal malam sebelum anak saya pulang kepadaNya, pergumulan saya denganNya semakin memuncak dan kami saling ‘berpelukan’. Dia menyelimuti saya dengan kasih, sukacita  dan kesabaran. Sebenarnya tanda-tanda kehendak Bapa tersebut  sudah  dinyatakan  awal  tahun 2005  (anak  saya  pulang  ke  rumah Bapa pada tanggal 22 April 2005). Sekarang Dia terus ada bersama dengan saya, dan tidak akan pernah saya lepaskan. Saya terlalu mencintaiNya.

Banyak hamba-hamba Tuhan bergumul dengan Roh Kudus sedemikian kuat sehingga kehidupan mereka sungguh sangat luar biasa :

Benny Hinn , Paul Yonggi Cho , Kathryn Kuhlman, Morris Cerullo, Kenneth Hagin dan lain lain.

Hari ini juga saudara akan memiliki Roh Kudus, apabila saudara mau bermitra dan menerima Dia.

Langkah-langkah yang harus diambil adalah :

  • BERTOBAT. Menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dengan iman serta berbalik dari dosa dan dunia (Kis 2:38-40; 8:12-17)
  • DIBAPTIS.
  • Harus YAKIN bahwa Tuhan akan membaptis kita dalam Roh Kudus (Mrk 11:24; Kis 1:4-5)

Yakin bahwa Roh Kudus menyertai kita dan diam didalam saudara   (Yoh 14:16-17)

  • TAAT KEPADA TUHAN. “..semua orang yang mentaati Dia” (Kis 5:32)
  • MEMPUNYAI KERINDUAN mendalam untuk dibaptis dengan Roh Kudus (Yoh 7:37-39; Yes 44:3; Mat 5:6; 6:33)
  • JANGAN BIMBANG (Yak 1:6-8) – buka hati jangan melawan
  • HAUS (Yoh 7:37-39)

KARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS

Surat 1 Korintus 12:4-11 memberikan kepada kita suatu pembagian dari karunia-karunia Roh.

Karunia-karunia Roh Kudus adalah sarana dan perkakas kuasa yang diberikan kepada orang-orang percaya untuk melaksanakan dengan berhasil perbuatan ajaib dan pelayanan pekerjaan Tuhan dalam gerejaNya.

Ada 9 (sembilan) karunia Roh Kudus dan secara garis besar dapat dibagi sebagai berikut :

  1. Karunia-karunia PENYINGKAPAN
    1. Karunia perkataan hikmat
    1. Karunia perkataan pengetahuan
    1. Karunia membedakan Roh
  2. Karunia-karunia PENGUNGKAPAN
  3. Karunia berbahasa roh
  4. Karunia menafsirkan bahasa roh
  5. Karunia nubuat
  6. Karunia-karuinia KUASA
  7. Karunia iman
  8. Karunia kesembuhan
  9. Karunia mukjijat

Karunia-karunia penyingkapan yaitu komunikasi adikodrati (supranatural) yang disingkapkan oleh Roh Kudus melalui hati seorang percaya yang diberi karunia ini. Misalnya : pengetahuan, pengalaman atau situasi  orang lain yang disingkapkan sehingga orang percaya yang menerima karunia ini mengetahuinya dan akhirnya dapat mendukungnya dalam doa.

Karunia-karunia pengungkapan yaitu komunikasi adikodrati (supranatural) yang disingkapkan oleh Roh Kudus dari Allah dengan menggunakan lidah bibir (bahasa verbal) orang percaya yang diberi karunia ini. Sehingga orang lain dapat mendengarkannya (dapat ditangkap indera manusia).

Karunia-karunia kuasa yaitu karunia yang diberikan kepada orang percaya dimana didalamnya terdapat kuasa Allah yang memampukan seseorang untuk berdaya cipta. Dimana orang dan lingkungannya dapat diubahkan.

Karunia-karunia Roh Kudus ini, sekali-kali tak dapat digunakan atas kemauan sendiri dan untuk suatu ambisi pribadi. Bukan manusia yang menggunakan karunia-karunia Roh Kudus, sebaliknya Roh Kudus yang mendiami dan memenuhi manusia, Dialah yang memakai orang itu dan memanifestasikan karunia-karunia itu melalui orang itu menurut kehendakNya, waktuNya dan situasiNya sendiri.

Menurut pengalaman penulis, sikap seseorang yang telah mendapatkan karunia Roh Kudus, hendaklah dia terus merendahkan hati (menjaga hati), menjaga kekudusan, dan senantiasa bergantung sepenuhnya kepada Roh Kudus untuk membiarkan Dia melakukan pekerjaanNya melalui karunia yang diberikannya kepada kita.

Semua karunia ini tidak boleh menggantikan kedudukan Firman Tuhan dalam Alkitab. Bacalah terus Firman Tuhan agar saudara tetap dikuatkan dan tidak goyah dalam melakukan tugas-tugas pelayanan dengan karunia yang diberikan Roh Kudus. Karunia-karunia itu haruslah dikendalikan oleh Firman Tuhan dan senantiasa selaras, tidak bertentangan.

Selanjutnya untuk mengungkapkan lebih jauh tentang Roh Kudus, ikutilah materi : BAPTISAN ROH KUDUS, dalam kelas Pemuridan (Pelatihan Pelayanan) : YESUS DAHSYAT !

JADI SEKARANG JUGA MILIKILAH ROH KUDUS SELAMAT MENGIRING DAN MELAYANI TUHAN

— o0o —

Pelajara II : BAPTISAN ROH KUDUS

Pdt. Ari Suksmono Hertanto “Millenium Damai Ministry”

“Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus”. (Kis.1:5)

“Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasutNyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api”. (Luk.3:16)

Baptisan Roh Kudus = Baptisan Dengan Roh Kudus = Baptisan Dalam Roh Kudus

Merupakan salah satu misi Tuhan Yesus di dunia. Yaitu membaptiskan para pengikutnya dalam Roh Kudus (Mat.3:11; Mrk.1:8; Luk.3:16; Yoh.1:33). Tuhan Yesus meminta murid-muridNya untuk tidak bersaksi sebelum mereka dibaptis dalam Roh dan “diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi” (Luk.24:49; Kis.1:4-5,8). Sedangkan Tuhan Yesus sendiri pada saat memulai pelayananNya “Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa” (Kis.10:38 bandingkan dengan Luk.4:1, 18)

Orang-orang yang mengalami baptisan Roh Kudus akan berkata-kata dengan bahasa roh adalah hal yang wajar, sebagaimana diberikan oleh Roh untuk diucapkan. Ini merupakan tanda pertama yang menyertai baptisan dalam Roh (Kis.2:4; 10:45-46; 19:6). Sekaligus memberikan keberanian untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan besar dalam nama Kristus serta meningkatkan keefektifan kesaksian dan pemberitaan Firman Tuhan (Kis.1:8; 2:14-41; 4:31; 6:8; Rm.15:18-19; IKor.2:4).

Akibat lain baptisan Roh Kudus / tanda orang yang sudah menerima Baptisan Roh Kudus :

  • Peka akan dosa yang dapat mendukakan Roh Kudus; pencarian akan kebenaran yang lebih sungguh-sungguh dan kesadaran yang lebih akan hukuman Tuhan terhadap semua kefasikan (Yoh.16:8)
  • Kehidupan yang memuliakan Tuhan Yesus Kristus (Yoh.16:13-14; Kis.4:33)
  • Keinginan yang makin besar untuk berdoa (Kis.2:41-42; 3:1; 4:23-31; 6:4; 10:9; Rm.8:26)
  • Nubuat dan pemujaan (Kis.2:4, 17; 10:46; Ikor 14:2)
  • Penglihatan-penglihatan yang baru (Kis.2:17)
  • Perwujudan dari berbagai karunia Roh (IKor.12:4-10)
  • Kasih dan pengertian yang lebih dalam terhadap Firman Tuhan (Yoh.16:13; Kis.2:42)
  • Kesadaran yang makin bertambah tentang Tuhan sebagai Bapa pribadi (Kis.1:4; Rm.8:15; Gal.4:6)

Syarat-syarat untuk menerima baptisan Roh Kudus :

  • Menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dengan iman serta berbalik dari dosa dan dunia (Kis.2:38-40; 8:12-17)
  • “.. semua orang yang mentaati Dia.” (Kis.5:32)
  • Mempunyai kerinduan mendalam untuk dibaptis dengan Roh Kudus (Yoh.7:37-39; Yes.44:3; Mat.5:6; 6:33)
  • Harus yakin bahwa Tuhan akan membaptis kita dalam Roh Kudus (Mrk.11:24; Kis1:4-5)
  • Kita sering kali menerima baptisan ini sebagai jawaban atas doa (Luk.11:13; Kis.1:14; 2:1-4; 4:31; 8:15, 17)

Bagaimana  baptisan  Roh  Kudus  dipertahankan  dalam  kehidupan  seorang kristen ?

  • Dengan doa (Kis.4:31)
  • Kesaksian (Kis.4:31,33)
  • Penyembahan di dalam Roh (Ef.5:18-19)
  • Kehidupan yang disucikan (Ef.5:18)

Apabila tidak demikian pengalaman itu akan pudar kemuliaannya.

Baptisan Roh Kudus terjadi hanya satu kali saja dalam kehidupan orang Kristen, tetapi Alkitab mengajarkan bahwa boleh jadi orang percaya diisi kembali setelah ia menerima baptisan Roh (Kis.4:31 bandingkan 2:4; 4:8,31; 13:9; Ef.5:18). Dengan demikian baptisan Roh Kudus membawa orang percaya kedalam suatu hubungan dengan Roh yang harus diperbarui (Kis.4:31) dan dipelihara (Ef.5:18).

Siapa yang boleh memimpin dalam doa pelayanan baptisan Roh Kudus ?

  • Orang yang sudah menerima Baptisan Roh Kudus.
  • Orang yang secara langsung diberi karunia Tuhan untuk melakukan pelayanan ini.

Siapa yang tidak boleh memimpin doa pelayanan baptisan Roh Kudus ?

  • Orang yang belum menerima baptisan Roh Kudus
  • Orang yang dikuasai roh jahat atau kenajisan (okultisme, sinkretisme, dan lain-lain). Apabila ditumpang-tangani oleh orang yang demikian akan menyebabkan transfer roh jahat dan itu sangat berbahaya.

Bagaimana cara melakukan pelayanan baptisan Roh Kudus ?

  • Karena yang bekerja adalah Tuhan sendiri, maka pelayan cukup mendoakan dan memintakan kepada Tuhan agar yang didoakan beroleh Roh Kudus. Antara lain dapat diiringi dengan menumpangkan tangan.                                                                         “…. Mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus (Kis.8:14c-17).

Pengalaman yang sama terjadi pada Saulus (Paulus), yang menerima Roh           Kudus ketika Ananias menumpangkan tangan ke atasnya (Kis.9:10-18). Selusin orang percaya di Efesus juga menerima kepenuhan Roh Kudus ketika tangan ditumpangkan ke atas mereka oleh rasul Paulus (Kis.19:1-7).

Sekarang juga telah diketahui secara meluas bahwa anda dapat menerima kepenuhan Roh Kudus bila tangan ditumpangkan atas anda dengan doa (Dr. Paul Yonggi Cho).

  • Kis.10:44-48 mencatat Roh Kudus memenuhi orang-orang kafir di rumah Kornelius. Orang-orang ini semua dipenuhi Roh Kudus selagi mereka mendengar khotbah Petrus. Jadi tidak melalui tumpang tangan.

 Kita simak pengalaman rohani Dr. Paul Yonggi Cho sekali lagi : “Saya telah melihat hal ini terjadi. Selagi berkhotbah tentang Roh Kudus, saya telah melihat Roh Kudus sendiri dicurahkan bagaikan hujan ke atas hati hati yang sudah siap menerima. Mereka berbicara dengan bahasa lain, sambil memuliakan Allah dalam bahasa sorgawi, seperti para umat percaya di rumah Kornelius. Kita harus mulai mempelajari buku Kisah Rasul dengan hati yang terbuka lebar, sambil mendengarkan kesaksian mereka yang telah menerima kepenuhan Roh Kudus; kita harus menyingkirkan semua prasangka manusia dari hati kita”.

“Tentu saja, kami menerima Roh Kudus ketika kami percaya”. Benarkah ?

  • Rasul Paulus juga bertanya kepada orang-orang di Efesus.

“Sudahkah kamu menerima Roh Kudus ketika kamu menjadi percaya ?” (Kis. 19:2)

Jika dengan sendirinya kita telah menerima Roh Kudus ketika mula-mula    percaya, tentu rasul Paulus tidak perlu mengajukan pertanyaan ini.             Keselamatan diterima melalui kelahiran baru dengan percaya kepada karya Roh Kudus, tetapi wibawa dan kuasa hanya dapat diterima bila seorang kristen yang lahir baru menerima kepenuhan Roh Kudus setelah percaya. Para murid di Efesus tentunya orang percaya yang jujur, mereka takkan merahasiakan suatu apapun dari rasul ini  :

“Belum, bahkan kami belum mendengar bahwa ada Roh Kudus.” (Kis.19:2).       

Betapa merananya mereka sampai tidak pernah mendengar bahwa sesungguhnya ada Roh Kudus. Selekasnya rasul Paulus mendengar hal ini, ia dengan jelas memberitakan Injil keselamatan dari Yesus Kristus dan membaptis mereka dalam air dengan nama Tuhan Yesus Kristus.

Bersediakah Paulus membaptiskan mereka dalam air jika mereka belum lahir baru ? Tidak. Orang kristen di Efesus tentu saja adalah orang-orang percaya yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka, tetapi Paulus tidak beranggapan bahwa mereka telah menerima baptisan Roh Kudus.     Pauluspun mengadakan kebaktian doa memohon baptisan Roh Kudus bagi orang-orang ini.

“Ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.” (Kis.19:6).

Baptisan air dahulu, baru baptisan Roh Kudus, atau bersama-sama ?

  • Perhatikan kisah sebelumnya. Setelah orang bertobat, percaya kepada Injil dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya dapat segera dibaptis air sebagai tanda lahiriah dari keselamatan. Setelah itu dapat memohon baptisan Roh Kudus kepada Tuhan. Dapat langsung dilakukan setelah baptisan air, bersama-sama atau berbeda waktu. Namun juga diperhatikan, ketika Petrus memberitakan Injil di rumah Kornelius, orang-orang kafir dipenuhi Roh Kudus sebelum mereka menempuh proses baptisan air. Jadi mana yang terdahulu adalah tidak penting, karena Tuhan yang berkehendak atas kerelaanNya. Sekaligus menepis anggapan bahwa baptisan air merupakan prasyarat untuk menerima baptisan Roh Kudus. Terpenting pertobatan tetap menjadi prasyarat baptisan Roh Kudus. Roh Kudus tak akan datang kepada seseorang yang menyembunyikan dosa atau membiarkan tubuh, roh dan jiwanya dilingkupi kenajisan / pencemaran. Penulis menyaksikan banyak hal tentang baptisan Roh Kudus yang gagal oleh karena hal tersebut diatas.

Tulisan ini belum lengkap karena masih banyak materi pendukung lainnya. Ikutilah kelas Pemuridan ini secara terus-menerus, karena kesaksian dan pengajaran tambahan yang tidak tertulis dalam buku ini akan saudara dapatkan dari pengajar saudara. Tuhan memberkati.

— o0o —

Pelajaran III : KARUNIA ROH

Pdt. Ari Suksmono Hertanto “Millenium Damai Ministry”

Anugerah dasar yang diberikan oleh Roh Kudus adalah kemerdekaan, hubungan yang baru dengan Allah melalui Yesus Kristus dan kasih. Roh Kudus menciptaka kemerdekaan. Dalam 2 Korintus 3:17b, dikatakan bahwa di mana Roh Allah ada, di sana ada kemerdekaan. Prinsip dari Roh itu adalah menganugerahi kehidupan karena Roh membebaskan manusia dari perhambaan dosa, hukum dan kematian (Roma 8:2). Roh juga menciptakan hubungan yang baru dengan Allah dan Yesus Kristus. Melalui anugerah yang diberikan Roh itu, orang Kristen menerima status sebagai anak-anak Allah, sehingga orang-orang Kristen dapat memanggil Allah dengan sebutan Bapa. Kasih yang ada pada orang-orang Kristen juga merupakan anugerah yang berasal dari Roh Allah itu. Kasih Allah telah dicurahkan kepada orang-orang Kristen melalui Roh Kudus yang diberikan bagi mereka.

Bagi Paulus karunia adalah suatu pemberian anugerah Allah untuk kepentingan umat-Nya. Karunia bukan diberikan Allah untuk menambah gengsi seseorang. Paulus ingin menekankan bahwa karunia apapun jenisnya, pemberinya adalah Roh yang sama. Tekanan Paulus adalah pada Allah Sang Pemberi Karunia itu, bukan pada orang yang mendapatkan karunia itu ataupun jenis-jenis karunia itu.

Sementara itu, di dalam beberapa surat Paulus, ditemukan juga istilah pneumatika. Istilah ini berasal dari istilah pneuma yang berarti “roh”. Istilah ini berasal dari Bahasa Yunani pneumatika merujuk pada istilah “pemberian-pemberian rohani”. Dalam 1 Korintus 12-14, sebenarnya Paulus ingin mengatakan bahwa “pemberian-pemberian rohani” (pneumatika) harus dipahami dalam konteks anugerah yang diberikan oleh Roh Kudus kepada orang-orang percaya.

Penerima karunia-karunia Roh Kudus

Menurut Paulus, karunia-karunia rohani ini bukanlah menjadi hak khusus sebagian pihak atau sekelompok kecil manusia saja. Setiap orang Kristen pasti memiliki satu karunia rohani. Di dalam 1 Korintus 12:1 dan Efesus 7:7 dikatakan bahwa karunia-karunia rohani ini diberikan kepada tiap-tiap orang. Selain itu, di dalam Surat Roma, Korintus dan Efesus Paulus mengembangkan gagasan tentang gereja sebagai Tubuh Kristus. Di dalam tubuh itu, setiap anggota memiliki satu fungsi yang berlainan dengan anggota lainnya.

Jenis karunia-karunia Roh Kudus

Paulus tidak memberikan informasi mengenai jenis-jenis karunia-karunia rohani secara sistematis. Paulus menekankan keragaman dari karunia-karunia rohani dalam tubuh Kristus (Roma 12:6 dan 1 Korintus 12:4). Keberagaman itu harus menemukan harmoninya dalam kesatuan tubuh Kristus untuk kepentingan bersama. Berikut ini akan dipaparkan keragaman karunia rohani yang terdapat dalam Roma 12:6-8; 1 Korintus 12:8-10, 28-30 dan Efesus 4:11 :

Cara Paulus menyebut karunia-karunia itu dengan urutan dan isi yang bervariasi menunjukkan Paulus memandang Roh bertindak dengan cara yang bebas dan beraneka ragam. Menurut Paulus, tidak ada jenis karunia roh yang lebih berharga ataupun lebih penting daripada karunia lainnya. Paulus juga tidak pernah memandang Roh sebagai pemberi karunia yang terbatas jumlahnya. Karunia-karunia rohani yang diberikan Roh Kudus ini tidak bisa dihitung dan tidak ada yang lebih baik dari yang lainnya.

Fungsi karunia-karunia Roh Kudus

Memperkuat persekutuan jemaat

Menurut Paulus, bila Roh memberi karunia, maka karunia itu berfungsi untuk kepentingan bersama. Karunia-karunia itu harus digunakan untuk kesejahteraan dan kesatuan persekutuan itu. Pandangan Paulus ini menampik pemikiran-pemikiran yang berkembang pada jemaat Korintus yang hanya menekankan kepemilikian karunia-karunia rohani untuk membanggakan diri. Setiap anggota Gereja memiliki karunia dan kegunaannya masing-masing yang harus digunakan untuk saling memperlengkapi dan melayani. Karunia-karunia yang beraneka ragam itu harus digunakan untuk membangun jemaat. Menurut Paulus, salah satu bukti konkret dari karunia dari Roh itu adalah adanya pembangunan jemaat (Roma 12:2-5 dan 1 Korintus 12: 16, 1 Korintus 12:14).

Melakukan pelayanan jemaat

Bagi Paulus karunia dengan pelayanan jemaat adalah sebuah bagian yang utuh dan tidak bisa dipisahkan. Jemaat –yang memiliki karunia namun tidak menggunakan karunia tersebut untuk melayani– telah menyangkal hakikat dari tujuan pemberian karunia rohani tersebut. Dalam pemahaman Paulus, setiap jemaat adalah komunitas karismatik. Semua karunia-karunia rohani itu diberikan untuk tujuan melakukan pelayanan jemaat.

Karunia Roh Kudus Menurut 1 Korintus 12:8-10

8   kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. –
HO MEN GAR DIA TOU PNEUMATOS DIDOTAI LOGOS SOPHIAS ALLO DE LOGOS GNOSEOS KATA TO AUTO PNEUMA

9   Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. –HETERO DE PISTIS EN TO AUTO PNEUMATI ALLO DE KHARISMATA IAMATON EN TO AUTO PNEUMATI

10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. –ALLO DE ENERGEMATA DUNAMEON ALLO DE PROPHETEIA ALLO DE DIAKRISEIS PNEUMATON HETERO DE GENE GLOSSON ALLO DE HERMENEIA GLOSSON

  1.  Karunia untuk berkata-kata dengan hikmat.

Yunani ‘LOGOS SOPHIA’, perkataan “bijak”, “arif”. Dalam konteks 1 Korintus 12:8 berhubungan dengan kebijakan ilahi, kemampuan untuk mengatur hubungan seseorang dengan Allah berbeda dengan kata ‘PHRONESIS’, “pengertian” yaitu kemampuan mengenal, memahami, dan beradaptasi dengan seseorang.

‘LOGOS SOPHIA’ merupakan ucapan yang berhikmat melalui pekerjaan Roh Kudus. Inilah penerapan penyataan firman Allah atau hikmat Roh Kudus pada suatu keadaan atau masalah yang khusus (Kisah Para Rasul 6:10; 15:13-22). Akan tetapi, ini tidak sama dengan memiliki hikmat Allah untuk kehidupan sehari-hari. Hikmat itu dicapai dengan belajar yang rajin dan merenungkan jalan Allah dan firman-Nya, dan melalui doa (Yakobus 1:5-6).

2. Karunia untuk berkata-kata dengan pengetahuan.

Yunani ‘LOGOS GNOSEOS’, perkataan “pengetahuan”.

Kata ‘GNOSEOS’ adalah bentuk genitif (menyatakan sumber atau milik) dari kata ‘GNOSIS’, sedangkan kata ‘GNOSIS’ adalah nomina berasal dari ‘GINOSKO’, “mengetahui”, sehingga kata ‘GNOSIS’ diterjemahkan menjadi “pengetahuan” yaitu cabang pengetahuan tertentu bukan pengetahuan dalam arti luas.

Dalam konteks 1 Korintus 12:8, ‘LOGOS GNOSEOS’ berarti kecakapan membentangkan dan menerangkan secara teoritis prinsip-prinsip mendasar atau pengetahuan yang lebih dalam dari doktrin Kristen, barangkali dapat disamakan dengan ungkapan “kunci pengetahuan” menurut ayat di bawah ini:

* Lukas 11:52

“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil ‘kunci pengetahuan’; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.”

Ayat-ayat lain tentang “pengetahuan” yang berhubungan dengan [COLOR=BLUE]’LOGOS GNOSEOS’, di antaranya:

* 1 Korintus 13:2

“Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh ‘pengetahuan’; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.”

* 1 Korintus 13:8

“Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; ‘pengetahuan’ akan lenyap.”

* 1 Korintus 14:6

“Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau ‘pengetahuan’ atau nubuat atau pengajaran?”

* 2 Korintus 8:7

“Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, —- dalam iman, dalam perkataan, dalam ‘pengetahuan’, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami —- demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.” ‘GNOSIS’, “pengetahuan” berbeda dengan ‘SOPHIA’, “hikmat”. ‘GNOSIS’ merujuk kepada pengetahuan itu sendiri, sedangkan ‘SOPHIA’ merujuk kepada kebijaksanaan yang diterapkan dalam tindakan. ‘GNOSIS’ menerapkan secara ringkas pengertian tentang kebenaran, sedangkan ‘SOPHIA’ menerangkan lebih rinci makna kebenaran dalam segala aspeknya.

3. Karunia iman.

Yunani ‘PISTIS’, berasal dari verba ‘PEITHO’, “meyakinkan” (orang lain) termasuk pengertian “menghasut” (Matius 27:20), menaruh harapan, mengandalkan, menganggap benar, percaya. Kata ini punya makna yang cukup luas baik dari segi subyektif maupun obyektif namun secara umum bermakna kemampuan untuk percaya.
Dalam konteks 1 Korintus 12:9, ‘PISTIS’ merupakan salah satu “karunia” Roh Kudus, berbeda dengan iman sebagai penyerahan total atau iman yang menyelamatkan. Karunia “iman” ini adalah iman yang bekerja secara ajaib seperti “iman untuk memindahkan gunung”.

4.  Karunia untuk menyembuhkan

Yunani ‘IAMA’, berasal dari verba ‘IAOMAI’, “menyembuhkan”.
Karunia-karunia ini diberikan kepada jemaat untuk memulihkan kesehatan jasmani dengan memakai sarana adikodrati (Matius 4:23-25; 10:1; Kisah Para Rasul 3:6-8; 4:30). Bentuk jamak [‘KHARISMATA’ (dalam perkataan “karunia-karunia”) menunjukkan penyembuhan berbagai macam penyakit dan menganjurkan bahwa setiap tindakan penyembuhan merupakan suatu karunia yang khusus dari Allah.
Sekalipun karunia-karunia untuk menyembuhkan ini tidak dikaruniakan kepada setiap anggota tubuh dalam suatu cara yang istimewa (1 Korintus 12:11, 30), namun semua anggota boleh mendoakan orang sakit. Pada waktu ada iman, orang yang sakit itu akan disembuhkan. Kesembuhan dapat juga terjadi sebagai hasil dari ketaatan terhadap petunjuk-petunjuk dalam Yakobus 5:14-16.

Allah memberikan ‘KHARISMATA’, “karunia-karunia”, dan bukan ‘IAMATA’, “kesembuhan-kesembuhan”. ‘IAMATA’ dapat bermakna obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit, sedangkan ‘KHARISMATA’ adalah aneka ragam kemampuan untuk menyembuhkan aneka ragam penyakit, dengan atau tanpa obat.

5.  Karunia untuk mengadakan mujizat

Yunani ‘ENERGEMATA DUNAMEON’, dari kata ‘ENERGEMA’, “pekerjaan”; Dan ‘DUNAMIS’, “mujizat”. Kata ‘DUNAMIS’ berasal dari verma ‘DUNAMAI’, “mampu”. Semua kata yang dibentuk dari stem ‘DUNA-‘ senantiasa berhubungan dengan kemampuan.
Ini merupakan perbuatan-perbuatan kuasa adikodrati yang dapat mengubah tatanan hukum alam yang normal.

6.  Karunia untuk bernubuat

Yunani ‘PROPHETEIA’, “nubuat”, dari kata ‘PROPHETEUO’, “bernubuat”.

Kata ‘PROPHETEUO sendiri berasal dari kata ‘PROPHETES’, “nabi”.

Kita harus membedakan di antara nubuat sebagai suatu penyataan sementara dari Roh (1 Korintus 12:10) dan nubuat sebagai suatu karunia pelayanan jemaat (Efesus 4:11). Sebagai suatu karunia pelayanan, nubuat hanya diberikan kepada beberapa orang percaya, yang kemudian harus berfungsi sebagai nabi di dalam jemaat. Sebagai penyataan rohani, nubuat itu sebenarnya tersedia bagi setiap orang Kristen yang dipenuhi Roh (Kisah Para Rasul 2:17-18).

Nubuat merupakan suatu karunia istimewa yang memungkinkan orang percaya untuk meneruskan perkataan atau penyingkapan secara langsung dari Allah di bawah dorongan Roh Kudus (1 Korintus 14:24-25, 29-31). Ini bukanlah penyampaian sebuah khotbah yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Nubuat dijalankan di bawah kehendak Allah dan bukan kehendak manusia. Perjanjian Baru tidak pernah menunjukkan bahwa jemaat secara aktif mencari penyataan atau petunjuk dari mereka yang mengaku sebagai nabi. Nubuat diberikan kepada jemaat hanya pada waktu Allah memprakarsai beritanya (1 Korintus 12:11; 2 Petrus 1:21).

7.  Karunia untuk membedakan bermacam-macam roh

Yunani ‘DIAKRISEIS PNEUMATON’, “pembedaan roh-roh”. Kata ‘DIAKRISIS’ berasal dari ‘DIAKRINO’, “membedakan”, “memutuskan”, “menghakimi”. ‘DIAKRISIS’ adalah tindakan atau kuasa melihat perbedaan dengan jelas, bukan ‘DIAGNOSIS’, menganalisa berdasarkan pemikiran atau pengertian diri sendiri.

Karunia ini merupakan kemampuan khusus yang diberikan oleh Roh untuk membedakan dan menilai nubuat-nubuat secara tepat dan membedakan apakah ucapan itu berasal dari Roh Kudus atau bukan (1 Yohanes 4:1; 1 Korintus 14:29). Menjelang akhir zaman ini ketika guru palsu (Matius 24:5) dan pemutarbalikan Kekristenan yang alkitabiah akan berkembang secara pesat (1 Timotius 4:1), maka karunia ini akan menjadi sangat penting bagi jemaat.

8.  Karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh.

Yunani ‘GENOS GLOSSA’ (‘GENOS’ = jenis; ‘GLOSSA’ = lidah), sering menggunakan istilah ‘GLOSSOLALIA’ dari ‘GLOSSA’ dan ‘LALEO’, “berbicara”.

Berhubungan dengan “bahasa roh” atau “karunia lidah” sebagai suatu penyataan adikodrati dari Roh Kudus. Bahasa roh itu boleh jadi suatu bahasa yang ada di bumi (Kisah Para Rasul 2:4-6) atau suatu bahasa yang tidak dikenal di bumi (1 Korintus 13:1; 14:1-40). Bahasa semacam itu tidak pernah dipelajari dan sering kali tidak dapat dipahami baik oleh pembicara (1 Korintus 14:14) maupun oleh para pendengar (1 Korintus 14:16).

Agar dapat menilai apakah bahasa roh itu sejati, yaitu sungguh-sungguh dari Roh Kudus, harus ditemukan apa yang diajarkan Alkitab. Apabila seseorang yang mengatakan bahwa ia berbicara dalam bahasa roh tetapi tidak mengabdikan diri kepada Yesus Kristus dan kekuasaan Alkitab, dan tidak berusaha menaati firman Allah, maka penyataan orang itu tidaklah dari Roh Kudus.

9.  Karunia untuk menafsirkan bahasa roh

Yunani ‘HERMENEIA’, dari ‘HERMENEUO’, “menjelaskan dengan kata-kata”, “menerjemahkan apa yang dikatakan atau yang ditulis dalam bahasa asing ke dalam bahasa sendiri yang dimengerti”. Kata ‘HERMENEUO’ sendiri berasal dari kata ‘HERMES’, “dewa bahasa” bangsa Yunani. Karunia ini merupakan kemampuan yang diberikan oleh Roh untuk mengerti dan menyampaikan makna suatu ucapan yang diucapkan dalam bahasa roh. Ketika bahasa roh ini ditafsirkan bagi jemaat, maka fungsinya adalah sebagai petunjuk untuk penyembahan dan doa ataupun sebagai nubuat. Perhimpunan orang percaya kemudian dapat ikut serta dalam penyataan yang diilhamkan oleh Roh ini. Demikianlah, bahasa roh yang ditafsirkan dapat menjadi suatu sarana membangun jemaat sementara segenap perhimpunan itu menanggapi ucapan tersebut (1 Korintus 14:6,13). Karunia ini bisa diberikan kepada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh atau kepada seorang lain. Mereka yang berkata-kata dengan bahasa roh harus berdoa juga untuk memperoleh karunia menafsirkan bahasa roh (1 Korintus 14:13).

— o0o —