Sejarah Berdirinya

  • Berbicara tentang Gereja Jemaat Kristus Indonesia  –  Milenium Damai (GJKI-MD), tidak terlepas dari buah pelayanan Yayasan Millenium Damai (YAMIDA).
  • Yayasan Millenium Damai (YAMIDA), adalah wadah formal untuk melaksanakan pemanggilan hamba-Nya : Bapak Ari Suksmono Hertanto. Termasuk membentuk jaringan pelayanan kasut (penginjilan), yang berupa Persekutuan Doa Penyembahan (PDP), di Solo raya.
  • Dimulai PDP “Gideon”, pada sebuah keluarga (Keluarga Bapak Sri Harto) di Karangdowo – Klaten, terbentuklah cikal bakal sebuah Gereja. Selang 3 (tiga) hari, setelah hamba-Nya bergumul dalam doa dan puasa, Tuhan membuka jalan dan menuntun untuk bergabung dengan Gereja Jemaat Kristus Indonesia (GJKI). Karena yang membuka pelayanan adalah YAMIDA, maka nama Gereja : “Milenium Damai.” Atau dikenal dengan : Gereja Jemaat Kristus Indonesia – Milenium Damai (GJKI-MD).
  • Gereja Jemaat Kristus Indonesia – Milenium Damai (GJKI-MD) pertama kali membuka ibadah di Desa Trasan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, pada tanggal 10 Juli 2005. Sebagai Gereja perintisan banyak sekali tantangan yang dihadapi pada waktu itu. Termasuk salah satu anggota partai politik. Namun hanya karena campur tangan Tuhan saja Gereja dapat melalui masa-masa yang sulit.
  • Pada tanggal 7 Mei 2006 Roh Allah bekerja, membawa Gereja pindah ke Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten  (+ 5 Km dari tempat lama) dan menempati salah satu rumah jemaat GJKI-MD (rumah keluarga Bapak Tri Hardono). Penerimaan masyarakat setempat yang baik dan kerjasama yang baik pula antara Gereja dan masyarakat sekitar, membuahkan Surat Ijin Ibadah dari masyarakat sekitar (yang ditandatangani oleh 72 orang) dan dari Pemerintahan setempat. Walaupun masih ada gangguan dari kelompok tertentu, tetapi mereka tidak dapat berbuat apa-apa.
  • Beberapa saat kemudian Gereja pindah kembali ke Tegal Ampel, rumah kediaman keluarga Bp. Sri Harto, sebelum akhirnya menempati sebuah rumah yang diubah menjadi Gereja, yang berkedudukan di Dukuh Kalitengah, RT. 01 / RW. I, Desa Karangdowo, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten. Keberadaan Gereja Jemaat Kristus Indonesia – Milenium Damai (GJKI-MD) di Karangdowo – Klaten, terus semakin bertumbuh. Penyertaan dan kegerakan Roh Allah di dalam setiap kegiatan pelayanan sungguhlah teramat nyata.
  • Seiring dengan terus meningkatnya pelayanan GJKI-MD, maka pada tanggal 4 Pebruari 2007 dibuka Gereja GJKI-MD Kartasura – Sukoharjo, yang berkedudukan di bekas gedung UPKM YAKKUM, Jalan Amarta nomor 1, Ngabeyan, Kartasura – Sukoharjo, dan ibadah pertama kali dilaksanakan pada hari minggu, tanggal 11 Pebruari 2007, jam 09.00 WIB. (Ijin pemakaian gedung oleh pengelola : Nomor 097/SHS/II/07, tertanggal 15 Pebruari 2007).
  • Selanjutnya pada tanggal  13 Oktober 2009 didirikan GJKI-MD Tambakboyo, yang berkedudukan di Tambakboyo RT 04 / RW II. Tawangsari – Sukoharjo (Surat Penetapan : 002/GJKI-MD/GC/X/09, tertanggal 13 Oktober 2009). Sejarah perintisan Gereja ini dimulai dari dimenangkannya Bapak Setyowiyono kepada Kristus. Mantan perangkat desa dan juru kunci punden Tambakboyo ini oleh karena kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menerima pelayanan pelepasan dan menerima baptisan air. Selanjutnya Bapak Setyowiyono menyediakan rumahnya dipakai sebagai Gereja perintisan GJKI-MD.
  • Pada tanggal 1 Maret 2011 mulai dirintis Gereja baru, di Jalan Letjend Sutoyo Nomor 71, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Setelah perijinan dianggap cukup, maka pada tanggal 5 Juni 2011, tempat itu dinyatakan sebagai Gereja Cabang GJKI-MD (Surat Penetapan : 003/GJKI-MD/GC/VI/11). Ibadah pertama kali diselenggarakan pada hari Minggu, tanggal 12 Maret 2011, Jam 16.00 WIB.
  • Awal sampai pertengahan tahun 2014, GJKI-Milenium Damai Solo ditutup dan GJKI-Milenium Damai Karangdowo tidak aktif. GJKI-MD Solo karena perjanjian kontrak habis dan GJKI-MD Karangdowo dikarenakan penolakan oleh Kepala Desa yang baru terpilih, termasuk pelarangan oleh sebuah ormas. Ibadah GJKI-MD Cabang Solo dan Karangdowo, akhirnya digabungkan dengan GJKI-MD Kartasura.
  • Tinggal GJKI-MD Kartasura yang masih aktif pada waktu itu. Sampai pada akhirnya Gereja terganggu kembali oleh hadirnya suatu ormas, pada saat penyelenggaraan : “Sarasehan Musisi Jalanan” (bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar dan Yayasan Millenium Damai (Yamida). Undangan : anak jalanan, pemulung dan turut hadir PSK – Pekerja Seks Komersial). Tuduhan mereka adalah, “Pemurtadan berkedok kesembuhan dan hipnotis”. Muspika Kartasura, pada saat itu meminta kegiatan Ibadah dihentikan.
  • Tanggal 25 Oktober 2015, kegiatan GJKI-MD Kartasura dialihkan ke Gedung “Grha Anugerah”, Jalan Merpati II nomor 1, Gilingan, Surakarta. Namun kegiatan di tempat ini hanya sementara saja, dikarenakan tempat ibadah yang digunakan berada di lantai 4, dan hal ini menyulitkan bagi jemaat yang sakit, terutama saat diselenggarakan Ibadah Mujizat dan Kesembuhan Ilahi – setiap hari Rabu (di “Grha Anugerah” resmi  masuk pada bulan Nopember 2015 – Januari 2016).
  • Mulai awal 3 Pebruari 2016, atas ijin Pdt. Markus Bambang, GJKI-MD beribadah di Gereja Bunga Bakung, yang beralamat : Jalan Jahe nomor 2, Norowangsan, Pajang, Surakarta. Ibadah Raya GJKI-MD diselenggarakan pada hari Minggu, jam 10.00 WIB, dan Rabu, jam 18.00 WIB. Semua kegiatan GJKI-Milenium Damai, berikut cabang-cabangnya, dijadikan satu di Gereja Bunga Bakung. Penyertaan Tuhan dan demonstrasi kuasa-Nya semakin dinyatakan di tempat ini. Tuhan juga tambahkan dengan jiwa-jiwa baru.