//PERANG TUHAN 2020//

Ayat Bacaan     : 1 Samuel 25:25-29

Oleh : Pdt. Dr. Ir. Ari Suksmono H., D.Miss.  GJKI-MD Solo, Rabu 1 Januari 2020                                                                                —————————————————————–

  • Banyak hamba Tuhan menubuatkan tentang tahun 2020 berbagai macam. Saya tahu semua bagi kepentingan & kemuliaan-Nya.
  • Tetapi yang saya alami pribadi, diakhir tahun ini dan memasuki tahun 2020, saya merasakan memang semua akan baik-baik saja. Lebih tenang, lebih damai, dan seterusnya. Tetapi seperti ada misteri. Entah mengapa,  tiba-tiba ada dorongan untuk sekali lagi berperang di awal tahun ini, dan itu saya tahu berasal dari Roh Kudus.
  • Saya sempat bertanya : perang lagi? Apakah mesti berperang, atau memang Tuhan posisikan gereja ini menjadi gereja yang berperang?
  • Sampai kemudian saya benar-benar diteguhkan, bahwa kita harus kembali masuk dalam Perang Tuhan. Karena kalau tidak berperang, gereja-gereja Tuhan akan menjadi lemah dan anak-anak Tuhan akan berjatuhan dalam dosa.
  • Saya melihat Iblis mulai menghantam gereja-gereja yang melawannya. Gereja yang dilawan Iblis = adalah gereja yang menakutkan bagi mereka. Gembala-gembala dan orang-orang kudus juga diancam untuk dijatuhkan, melalui keroposnya kerendahan hati dan munculnya kesombongan; keroposnya roh takut akan Tuhan dan lebih dominannya melawan hukum-hukum Tuhan. Orang tidak lagi takut dosa dan selalu melawan Tuhan.
  • Jadi saudara, berperanglah tidak hanya untuk gereja kita, tetapi berperanglah untuk seluruh gereja di muka bumi. Berdoalah untuk gembala-gembala, berdoalah untuk para pendoa, berdoa untuk seluruh anak-anak Tuhan di mana saja. Agar mereka tidak terkapar oleh panah si jahat.
  • Ini dunia roh!
  • Tahun lalu kita sudah berperang, tahun ini kita masih akan berperang lagi. Saudara harus melawan, atau saudara akan dilawan dan dikalahkan.
  • Saya beritahu, sampai hari ini kelihatannya tenang di permukaan, tetapi setan sedang mulai menyiapkan serangan-serangan yang mematikan. Ini berbahaya.
  • Tidak kebetulan, seminggu yang lalu saya di buat tertegun dengan sebuah artikel khotbah seorang hamba Tuhan, yang sudah cukup lama sekali, dan dia mengutip 1 Raja-Raja 20:22 dan 1 Tawarikh 20:1. Isinya =
  • Lalu tampillah nabi itu kepada raja Israel dan berkata kepadanya: “Baiklah, kuatkan hatimu, pertimbangkan dan pikirkanlah apa yang harus kauperbuat, sebab pada pergantian tahun raja Aram akan maju menyerang engkau” (1 Raja-Raja 20:22).
  • Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Yoab membawa keluar bala tentaranya” (1 Tawarikh 20:1).
  • Perhatikan keduanya dikatakan : “pada pergantian tahun.” Ada apa? = pada pergantian tahun adalah ‘musim’ berperang.
  • Kedua ayat yang kebetulan muncul? Oke, saudara boleh tidak percaya pengalaman rohani yang saya rasakan, tetapi pesan saya kalau saudara saat ini, merasa nyaman, tenang, ‘lengang’ … sebenarnya itu berbahaya sekali. Bukankah Alkitab menuliskan bahwa kita harus terus berjaga-jaga?
  • Sebagai hamba Tuhan, saya katakan : Hidup ini adalah peperangan, dan apabila saudara berperang, lakukanlah perang Tuhan, bukan untuk egomu atau kepentingan dirimu sendiri.
  • Mau tahu ?
  • Perhatikan kisah ini, buka 1 Samuel 25:25-29. Perhatikan ayat 26 & 28: “Oleh sebab itu, tuanku, demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu yang dicegah Tuhan dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan, …. (ayat 26).
  • “… karena tuanku ini melakukan perang Tuhan dan tidak ada yang jahat terdapat padamu selama hidup” (ayat 28).
  • Abigail mengingatkan Daud, bahwa dia melakukan perang Tuhan, bukan perang untuk nafsunya sendiri dan Tuhan meluputkan Daud dari hutang darah dan bertindak sendiri dalam mencari keadilan.
  • Memangnya ada hamba-hamba Allah yang berperang untuk dirinya sendiri? Dan mencari keadilan dengan caranya sendiri?
  • Kenapa Daud melakukan tindakan untuk mencari keadilan? Karena Daud diremehkan, dicaci-maki, dianggap bersalah, dianggap melangar hukum/norma yang berlaku (seperti preman), dan seterusnya
  • Repotnya, kemudian Daud cepat mengatakan : “ … Kamu masing-masing sandanglah pedang!” Dia bermaksud menggorok batang leher Nabal, yang dikatakan Abigail, sebagai orang yang dursila & bebal, sesuai dengan namanya, dan semua orang laki-laki yang ada bersama dia. Bersyukur tindakan Daud dihentikan oleh perkataan Abigail itu, ayat 33, “terpujilah kebijakanmu dan terpujilah engkau sendiri, bahwa engkau pada hari ini menahan aku dari pada bertindak sendiri dalam memcari keadilan.”
  • Orang suka menganggap dirinya benar, dirinya lebih pandai, lebih berpengalaman, lebih tahu, lebih kuat, lebih suci dan seterusnya … sehingga ketika sedikit ada yang berbicara tidak sesuai dengan yang diinginkannya, orang itu akan melawannya, dan mudah menghakimi.
  • Ironisnya orang semacam ini tidak tahu untuk apa berperang. Sehingga orang seperti ini sangat rawan, bisa balik menyerang Tuhan. Orang ini saya katakan : Orang paling kasihan.
  • Memang repot menghadapi orang semacam ini. Ketika dikatakan sombong, dia akan mengatakan “Saya tidak sombong.” Padahal kesombongan tidak bisa dinilai oleh dirinya sendiri, tetapi orang lain.
  • Contoh : Kesombongan tidak kentara = tidak mau dianggap tidak mampu, 7 anak-anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa (KPR 19:14) “Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?”, dll.
  • Contoh : ketika dia ada kesempatan membunuh Saul (1 Samuel 24:5) , tidak dia lakukan.
  • “.. Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi Tuhan, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan.”
  • Daud tahu hukum-hukumnya Allah. Dia tidak bertindak sendiri untuk mencari keadilan. Ini yang dilihat Abigail.
  • Gereja Tuhan akan hancur dan hamba-hamba Tuhan akan berjatuhan, kalau semua orang Kristen tidak menyadari hal ini. Hei, ingat! Ini dunia roh!
  • Teruslah berperang dalam perang Tuhan, dengan bersenjatakan : //Hidup Berjalan Dalam Kerendahan Hati & Takut Akan Tuhan Serta Hukum-Hukum-Nya.//
  • Sekali lagi 1). Rendah Hati,  2). Takut akan Tuhan serta hukum-hukum-Nya
  • Tuhan Yesus memberkati.

Pesan :

Rebut semua yang hilang, yang telah dijarah setan. Kesehatanmu, kebahagiaan keluargamu, ekonomimu, dan lainnya, dengan tetap hidup berjalan dalam kerendahan hati dan takut akan Tuhan serta hukum-hukum-Nya